Entri Populer

Selasa, 27 September 2016

HARGA BAJA RINGAN MALANG RAYA 082230918897

Baja ringan adalah baja dengan kualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis. Tetapi kualitas baja ini tidak kalah dengan baja konvensional. Ada macam-macam baja ringan yang dikelompokan berdasarkan nilai tegangan tariknya, hal ini secara umum berdasarkan pada fungsi akhir dari baja ringan tersebut.
Sebagai struktur seperti rangka atap baja ringan maka menggunakan baja ringan dengan tegangan tarik tinggi G550. Sedangkan untuk produk home lainnya hanya menggunanakan tegangan tarik tinggi yang lebih rendah yaitu G300 atau G250 yang lebih lunak agar mudah dibentuk.
Dalam hal ini. Kami menjual baja ringan sebagai rangka atap rumah atau suatu bangunan.
Harga Baja Ringan
Baja Ringan merk KENCANA DAN APLUS, 
0.7 mm: , Rp. 110.000/m2 (Terpasang)
0.75 mm: Rp. 115.000/m2 (Terpasang)
1 mm:  Rp. 155.000/m2 (Terpasang)
Harga di atas bisa jadi lebih MURAH ataupun sebaliknya, tergantung dari Volume, Berat Beban Genteng, Tipe, dan aspek lainnya.
SEGERA RENCANAKAN DAN PERCAYAKAN PEMBANGUNAN ATAP RUMAH ANDA KEPADA KAMI
CALL ; 082230918897

Senin, 26 September 2016

galvalum malang 082230918897

Rangka atap baja ringan adalah sebuah perkembangan teknologi baru struktur atap yang mana menggunakan baja kuat tetapi ringan. Baja yang digunakan adalah baja jenis cold rolled coil (CRC) yang memiliki mutu yang tinggi (Kuat tarik 550 Mpa) dengan bentuk profil seperti huruf C atau O. Rangka atap baja ringan memiliki beberapa elemen utama, yaitu kuda-kuda dan bracing, reng, baut, dinabolt dan talang jurai.

Ada beberapa keuntungan rangka atap baja ringan bila dibanding dengan rangka atap baja konvensional, yaitu :
Material atap baja ringan memiliki kekuatan yang tinggi tetapi memiliki bobot yang ringan sehingga menghemat struktur bangunan.

    1. Lebih tahan karat dan tidak memerlukan finishing cat lagi.
    2. Mutu materialnya tidak berubah-ubah sehingga tidak lapuk karena usia lanjut.
    3. Material baja ringan tidak terpegaruh serangan rayap.
    4. Material baja ringan termasuk material yang ramah lingkungan.
    5. Mudah pemasangannya dan lebih cepat, bisa dipabrikasi terlebih dahulu lalu dipasang di lokasi.

Dalam penawaran, rangka atap baja ringan biasanya dihitung dalam satuan m2. Untuk menghitung volume rangka atap baja ringan bisa dipakai rumus sebagai berikut :


Misalkan ukuran sebuah bangunan adalah 9 x 9 meter dengan overstek masing-masing di keempat sisi 1 meter dengan derajat kemiringan 35 derajat, maka dapat kita hitung volume rangka atap baja ringan bangunan tersebut sebagai berikut :

    Panjang Bangunan  =  9 + 1 + 1         = 11 m
    Lebar Bangunan      =  9 + 1 + 1         = 11 m
    Derajat Kemiringan = cos 35              = 0.819
    Volume                    = 11 x 11 / 0.819 = 147.7 m2


Bagaimana untuk menghitung jumlah material yang dibutuhkan :

Misalkan sudah didapat angka luas ATAP MIRINGNYA maka kebutuhan material sbb :

1. Kebetuhan Genteng metal ukuran daun 2x4
    Rumus :
   
   Kebutuhan genteng = Luas Atap miring x 1.62 
                                    = 147.7 x1.62
                                    = 239,274 atau 240 lembar genteng metal daun 2x4

2. Kebutuhan Baja Ringannya
          2.1  Canal / Kasso    
           
           Kebutuhan Canal/Kaso = ( Luas Atap miring x 4 ) / 6
                                               =  ( 147.7 x 4 ) / 6
                                               =  98,4 batang Canal
            2.2  Reng

            Kebutuhan Reng  =  Banyaknya Canal x 1,5
                                       = 98 x 1,5
                                       = 147 batang reng

3. Kebutuhan sekrup
           3.1  Sekrup genteng

           kebutuhan sekrup genteng = Jumlah genteng x 12
                                                   =  240 lbr x 12
                                                   =  2.880 buah

           3.2 sekrup Baja

           Kebutuhan sekrup Baja  = Luas Atap miring x 20
                                                 = 147.7 x 20
                                                 =  2.954 buah

Notes : perhitungan bisa berbeda sesuai dengan hasil analisa masing2 aplikator. asumsi sederhana 
             hitungan bajaringan.net    


Rabu, 07 Maret 2012

planet baru di gugusan scorpio



Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah planet yang diberi kode GJ 667Cc ditemukan mengorbit pada sebuah bintang kecil berwarna merah yang berjarak 22 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Scorpio. Planet yang memiliki permukaan bebatuan tersebut dijuluki Super Earth, dan memiliki kemungkinan untuk dapat dihuni oleh manusia.

GJ 667Cc memiliki massa 4.5 kali lipat dari Bumi, dan telah diamati mengorbit pada bintang tersebut setiap 28 hari. Karena bintang merah itu relatif redup, GJ 667Cc hanya menerima cahaya yang sedikit, karenanya planet tersebut harus mendapatkan sumber cahaya dari bintang lain.

"Jika planet itu memiliki atmosfer, maka siang hari akan seperti malam hari karena bintang tersebut benar-benar memancarkan warna merah," jelas Anglada-Escudé dari Institusi Ilmu Pengetahuan Carnegie di Washington.

Selain itu permukaannya yang berupa bebatuan mendukung tersedianya air dan adanya kehidupan.(MI/Nationalgeographic/DSY)

ditemukan 4 planet baru


WASHINGTON - Baru beberapa hari berselang dari perayaan tahun baru 2012, ilmuwan telah mengumumkan penemuan beberapa exoplanet (planet yang berada di luar tata surya kita). Ini menambah panjang daftar penemuan exoplanet sebelumnya.

Pada akhir 2011, terdapat total 716 planet yang telah dikonfirmasi sebagai exoplanet, dan 2.326 planet yang masih berupa kandidat exoplanet. Seperti dilansir Msnbc, Jumat (6/1/2012), planet-planet tersebut ditemukan oleh teleskop yang mengorbit di luar angkasa seperti Kepler, serta pusat pengamatan antariksa di Bumi.

Sekarang ada empat planet baru lagi yang ditemukan, yaitu HAT-P-34b, HAT-P-35b, HAT-P-36b, dan HAT-P-37b. Seluruhnya memiliki lingkaran orbit yang sangat kecil, di seputar empat bintang berbeda milik mereka masing-masing. Untuk mengelilingi orbitnya, mereka hanya menghabiskan waktu selama 5,5 hari, 3,6 hari, 1,3 hari, dan 2,8 hari.

Mereka ditemukan oleh para astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang mengoperasikan sebuah jaringan teleskop di permukaan Bumi. Jaringan tersebut, yang dikenal dengan nama HATNet project, pertama kali menemukan exoplanet HAT-P-1b, pada 2006 silam.

Exoplanet itu, seluruhnya merupakan raksasa gas yang mengorbit sangat dekat pada bintangnya, dan jauh lebih panas dari Bumi. Planet-planet itu bisa diibaratkan dengann Merkurius di tata surya kita. Namun, di beberapa tata surya asing, ditemukan juga planet gas raksasa yang mengorbit pada bintangnya, pada jarak yang lebih dekat darai jarak Merkurius ke Matahari.

sumber : www.okezone.com

Tim Ilmuwan NASA Temukan 26 Planet Baru di Luar Tata Surya



Misi NASA Kepler menemukan 26 planet baru di luar sistem tata surya yang mengorbit bintang-bintangnya yang berukuran lebih besar dari matahari, satu kali tiap enam hingga 143 hari.

Ukuran planet-planet baru yang ditemukan tim NASA itu bervariasi. Ada yang sedikit lebih besar dari Bumi sampai yang lebih besar dari planet raksasa Yupiter dalam sistem tata surya kita. Planet-planet itu ditemukan oleh Kepler, teleskop antariksa yang memantau 150.000 bintang pada bagian kecil langit malam dari orbitnya sekitar matahari.

Planet-planet asing itu mengorbit bintang-bintangnya, yang berukuran lebih besar dari matahari, satu kali tiap enam hingga 143 hari. Dalam sistem tata surya terbesar yang baru ditemukan, disebut Kepler-33, ada lima planet dengan ukuran mulai dari satu setengah sampai lima kali ukuran Bumi.

Doug Hudgins, ilmuwan program misi Kepler, mengatakan para ilmuwan tidak yakin planet-planet yang baru ditemukan itu mampu mendukung kehidupan.

"Kesemua planet itu berada dalam orbit yang lebih dekat dari orbit bumi mengelilingi matahari. Jadi planet-planet itu cukup panas," paparnya.

Dalam dua tahun sejak Kepler mulai mengamati alam semesta, ilmuwan telah menemukan 61 planet baru, dan sekitar 2.300 kandidat planet yang perlu dikukuhkan melalui pengamatan lebih lanjut.

dua planet mirip neraka bumi


TEMPO.CO, Jakarta - Dua planet temuan para astronom itu berukuran mirip dengan Bumi. Bedanya suhu planet itu tak seperti Bumi. Keduanya panas, bahkan disebutkan bak neraka. Dua planet tersebut berada di luar tata surya. Planet terkecil itu diberi nama Kepler-20. Sebagai pembeda, planet pertama disebut Kepler-20 e dan planet kedua disebut Kepler-20 f.

Ukuran Kepler-20 e dan Kepler-20 f masing-masing 1,03 dan 0,87 kali diameter Bumi. Rekor planet terkecil di luar tata surya sebelumnya dipegang oleh Kepler-10 b, dengan diameter 1,42 kali dari Bumi. Para astronom menghitung jarak Kepler-20 dari konstelasi Lyra, yakni hampir 1.000 tahun cahaya.

"Dilihat dari ukuran Kepler-20 e memiliki diameter tiga persen lebih besar dari Bumi, hal ini membuat planet tersebut menjadi obyek di luar tata surya termirip dengan Bumi," kata Dr. François Fressin, Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian di Cambridge, Massachusetts. "Kepler-20 f memiliki ukuran 13 persen lebih kecil dari Bumi, dengan diameter sekitar 7.000 kilometer dan lebih kecil dari Venus. Planet tersebut merupakan planet terkecil yang pernah ditemukan di orbit bintang lain di luar tata surya.

Para peneliti percaya planet Kepler-20 e, yang letaknya lebih di bagian dalam, melakukan orbit selama enam hari mengitari mataharinya. Planet sepenuhnya berbatu, dan terbuat dari perpaduan unsur di Bumi seperti silikat dan besi. Sedangkan lebih ke bagian luar, Kepler-20 f, mengorbit setiap 20 hari dan bisa mengembangkan atmosfer yang terbuat dari uap air.

Suhu permukaan yang mencapai sekitar 700 dan 400 Celcius hampir dipastikan tak mendukung adanya kehidupan. "Planet-planet tersebut cenderung terlalu panas untuk kehidupan seperti yang kita kenal. Namun sangat mungkin bahwa Kepler-20 f bermigrasi ke dalam orbit luar, dan dapat menjadi planet layak huni," kata Fressin.

ditemukan planet baru layak huni



TEMPO.CO, Jakarta - Observatorium antariksa milik NASA, Kepler, menemukan planet yang berada pada lokasi yang cukup nyaman bagi munculnya kehidupan. Temuan ini menjadi temuan planet layak huni pertama oleh wahana yang beroperasi sejak tahun 2009 ini.

Planet baru tersebut bernama Kepler-22b, berukuran sekitar 2,4 kali radius Bumi. Orbit planet ini berukuran 0,85 kali jarak Bumi-matahari. Diperlukan waktu sekitar 290 hari bagi planet ini untuk memutari bintang induknya.

"Temuan ini menjadi tonggak penting dalam pencarian kembaran Bumi," ujar ilmuwan dari misi Kepler, Douglas Hudgins.

Bintang induk Kepler-22b berada sejauh 600 tahun cahaya dari Bumi. Bintang ini tergolong sebagai bintang kelas G yang sangat mirip dengan matahari.

Zona layak huni bintang ini berukuran 0,7-1,2 kali jarak Bumi-matahari. Dengan demikian, Kepler-22b berada di sisi terdalam dari kawasan yang sanggup menopang kehidupan ini. Air dalam fasa cair, serta oksigen dalam jumlah melimpah sangat mungkin ada di permukaan planet ini.

Proses penemuan planet ini dilakukan menggunakan metode transit. Observatorium mengamati perubahan cahaya bintang setiap saat dan menunggu planet melintas di depan bintang tersebut. Saat dilintasi planet, terang bintang berubah drastis. Dari perubahan terang ini, ilmuwan bisa mengetahui radius, jarak orbit, dan periode orbit planet.

Bersamaan dengan temuan planet layak huni ini, misi Kepler juga mencatat 1.000 kandidat planet baru. Dugaan sementara, 10 planet yang berada di dalam daftar juga berukuran setara dengan Bumi dan berada di dalam zona. Namun, dibutuhkan observasi lanjutan untuk mengkonfirmasi dugaan ini.